Selasa, September 21, 2010

Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemendag Tahun 2010

Ditulis oleh Cablak pada 20 September 2010

PANITIA REKRUTMEN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
KEMENTERIAN PERDAGANGAN
TAHUN 2010

P E N G U M U M A N
Nomor : 04/SJ-DAG/REK-CPNS/9/2010

Berdasarkan hasil seleksi administrasi Pelamar CPNS Kementerian Perdagangan Tahun 2010, berikut ini terlampir daftar nomor peserta ujian tertulis yang lulus seleksi administrasi Tahap I. Bagi para calon peserta ujian tertulis yang nomor pesertanya tercantum dalam daftar terlampir, diharapkan mengambil Tanda Peserta Ujian pada :

  • hari Sabtu, 2 Oktober 2010,
  • pukul 08.00 – 15.00 WIB
  • di Gedung Kementerian Perdagangan, – JL. M.I. Ridwan Rais No.5, Jakarta Pusat.

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi.

Download Daftar Peserta Lolos CPNS Kemendag Tahun 2010 :

Kamis, April 22, 2010

Belajar Dari Manusia-Manusia Gerobak

ditulis oleh Made Teddy Artiana, S. Kom
photographer, writer & graphic designer
teddyartiana_photography@yahoo.com


Malam itu jam di handphone sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, sementara aku dan istriku masih on the way home. Butiran gerimis kecil mulai nampak menghiasi kaca depan mobil kami. Sekitar dua ratus meter dari tikungan jalan menuju rumah, iring-iringan itupun tampak.

Dua kelompok “Manusia Gerobak”. Seorang lelaki berada didepan, menarik gerobak, sementara seorang perempuan -yang nampaknya istrinya- berjalan dibelakang mengikutinya. Di dalam gerobak, tampaklah dua orang anak kecil tertidur lelap berselimutkan botol-botol plastik bekas. Sedangkan kelompok kedua, kelompok yang lain, agak berbeda. Seorang lelaki tetap berada didepan, sementara seorang anak kecil perempuan duduk diujung gerobak sambil bernyanyi-nyanyi kecil, didalam gerobak, seorang perempuan hamil tua nampak berbaring, bersama koran-koran bekas. Pemandangan yang sangat unik. Sangat menyentuh.

Segera setelah melewati mereka mobil kami sengaja menepi. Terdorong oleh naluri dan hobby photography, akupun meraih kamera yang memang hampir selalu menemaniku kemanapun aku pergi dan bergegas mengabadikan pemandangan tersebut. Dengan angle dan penerangan seadanya, gambar keduanya berhasil kudapatkan. Tapi sesuatu dihati ini berbisik, bahwa apa yang kulakukan masih belum cukup. Aku melewati mereka kembali untuk kedua kalinya, kini setelah berada dalam posisi sejajar, istriku menurunkan kaca dan memberikan mereka sesuatu.

(Aku tentunya tidak mau menjadi seorang pemenang Pulitzer, namun kemudian stress dan mati bunuh diri karena objek fotonya yang notabene adalah seorang bocah hitam ceking kelaparan, mati digerogoti Burung Bangkai, hanya karena ia lebih mengutamakan memotret ketimbang menolong bocah malang tersebut !!!)

“Terimakasih Eneng cantik !”, teriak ibu dirombongan pertama hampir berbarengan dengan suaminya.

“Terimakasih tante”, teriiak anak kecil dirombongan kedua dengan sumringah.
“Semoga banyak rejeki ya..”, sapa ibunya yang tengah hamil tua, dari dalam gerobak, sambil tertawa riang.

Mendengar dan melihat kecerian mereka membuat aku merasa malu seketika itu juga. Baru saja kami menghadiri sebuah pentas luar biasa gemerlap, yang dihadiri oleh Agnes Monica. Dan kami nyaris BT karena tidak kebagian kursi. Kemudian setelah itu, kami menyempatkan diri untuk makan malam di sebuah Mall yang menyediakan konsep “Makan di Bawah Langit Terbuka” di roof top mereka, inipun dengan gerutuan karena lamanya pesanan kami muncul didepan hidung ini, akibat pengunjung yang luar biasa ramai.

Betapa mudah, kegembiraan dan keceriaan hidup kita direnggut oleh sesuatu yang sebenarnya “remeh” dan “bukan persoalan hidup mati” seperti itu. Kita seperti terbiasa, menggolongkan bahwa hal-hal “tambahan” itu begitu mutlak perlu dalam hidup kita, seakan tanpa itu semua hidup kita akan berhenti.

Tidak bisa tidur karena harga saham melorot.
Marah karena mobil kita masuk bengkel.
Stress karena gak kebagian ticket premier 2012.
Uring-uringan karena dimarahin boss.
Ngedumel karena pesawat delay.
Bunuh diri di Mall karena putus cinta.
Dendam karena ide kita diserobot teman kantor.
Memaki-maki keadaan karena gak jadi liburan ke Hongkong.
Bertengkar dengan rekan bisnis karena sebuah kesalahpahaman biasa.
Membatalkan umroh hanya karena Dude Herlino batal umroh
(kallo yang ini mah..adegan film..Emak Ingin Naik Haji he..he..)

Dan lain sebagainya…

Padahal kalau dipikir-pikir, semua itu “tidak sampai” membuat kita demi anak istri (atau demi siapapun) menarik gerobak kesana-kemari. Atau “tidak sampai” menyeret kita untuk tidur dalam gerobak berselimutkan sampah-sampah yang akan dijual.

Atau bahkan lebih gila dari itu semua : melahirkan atau dilahirkan dalam gerobak !!

Sepertinya kita perlu mengubah pola pikir kita yang sudah sedemikian teracuni oleh “gemerlap” kesuksesan, persaingan dan keduniawian.

Menyisihkan waktu untuk sekedar menepi, agar lebih bersyukur dengan rejeki, pekerjaan dan hidup yang Sang Khaliq berikan kepada kita. Sehingga “hal-hal tambahan” itu dapat didudukkan dalam porsi yang lebih rendah atau bahkan jika terlalu membebani kenikmatan hidup dapat dibuang saja kedalam gerobak sampah !! (end)


from Bali with love !!!

Made Teddy Artiana, S. Kom
photographer, writer & graphic designer
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com

Note : Semoga menjadi bahan renungan untuk rekan2 di sekre


Senin, Juni 29, 2009

Flu Singapura

FLU SINGAPURA - HFMD - KTM

"Flu Singapura" sebenarnya adalah penyakit yang didunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan dan Mulut ( KTM )
Penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Didalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.
Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

EPIDEMIOLOGI
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum/biasa pada kelompok masyarakat yang crowded dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ).
Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, pilek, air liur (oro-oro), tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (?carrier?) seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. Masa Inkubasi 2 - 5 hari.

GAMBARAN KLINIK
Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus dumulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.
Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki.
Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari.
Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat. Pada bayi/anak-anak muda yang timbul gejala berat , harus dirujuk kerumah sakit sebagai berikut :

o Hiperpireksia ( suhu lebih dari 39 der. C).
o Demam tidak turun-turun (Prolonged Fever)
o Tachicardia.
o Tachypneu
o Malas makan, muntah atau diare dengan dehidrasi.
o Lethargi
o Nyeri pada leher,lengan dan kaki.
o Serta kejang-kejang.

Komplikasi penyakit ini adalah

o Meningitis (aseptic meningitis, meningitis serosa/non bakterial)
o Encephalitis ( bulbar )
o Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis
o Paralisis akut flaksid (Polio-like illness)

Satu kelompok dengan penyakit ini adalah

1. Vesicular stomatitis dengan exanthem (KTM) - Cox A 16, EV 71 (Penyakit ini)
2. Vesicular Pharyngitis (Herpangina) - EV 70
3. Acute Lymphonodular Pharyngitis - Cox A 10

LABORATORIUM

Sampel ( Spesimen ) dapat diambil dari tinja, usap rektal, cairan serebrospinal dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit spesimen atau biopsi otak.
Spesimen dibawa dengan ?Hank?s Virus Transport?. Isolasi virus dencara biakan sel dengan suckling mouse inoculation.
Setelah dilakukan ?Tissue Culture?, kemudian dapat diidentifikasi strainnya dengan antisera tertentu / IPA, CT, PCR dll. Dapat dilakukan pemeriksaan antibodi untuk melihat peningkatan titer.

Diagnosa Laboratorium adalah sebagai berikut

1. Deteksi Virus :

o Immuno histochemistry (in situ)
o Imunofluoresensi antibodi (indirek)
o Isolasi dan identifikasi virus.
Pada sel Vero ; RD ; L20B
Uji netralisasi terhadap intersekting pools
Antisera (SCHMIDT pools) atau EV-71 (Nagoya) antiserum.

2. Deteksi RNA

RT-PCR
Primer : 5? CTACTTTGGGTGTCCGTGTT 3?
5? GGGAACTTCGATTACCATCC 3?
Partial DNA sekuensing (PCR Product)

3. Serodiagnosis

Serokonversi paired sera dengan uji serum netralisasi terhadap virus EV-71 (BrCr, Nagoya) pada sel Vero.
Uji ELISA sedang dikembangkan.
Sebenarnya secara klinis sudah cukup untuk mendiagnosis KTM, hanya kita dapat mengatahui apakah penyebabnya Coxsackie A-16 atau Enterovirus 71.

TATALAKSANA :

o Istirahat yang cukup
o Pengobatan spesifik tidak ada.
o Dapat diberikan :

Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus
Extracorporeal membrane oxygenation.

o Pengobatan simptomatik :
Antiseptik didaerah mulut Analgesik misal parasetamol Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll ).
Penyakit ini adalah ?self limiting diseases? ( berobat jalan ) yang sembuh dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut diatas.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan ?Overcrowding?, kebersihan (Higiene dan Sanitasi). Lingkungan dan perorangan misal cuci tangan, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.
Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.
Di Rumah sakit ? Universal Precaution? harus dilaksanakan.
Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

UPAYA PEMERINTAH DALAM HAL INI
Meningkatkan survailans epidemiologi (perlu definisi klinik)
Memberikan penyuluhan tentang cara-cara penularan dan pencegahan KTM untuk memotong rantai penularan.
Memberikan penyuluhan tentang tamda-tanda dan gejala KTM
Menjaga kebersihan perorangan.
Bila anak tidak dirawat, harus istirahat di rumah karena :
o Daya tahan tubuh menurun.
o Tidak menularkan kebalita lainnya.
Menyiapkan sarana kesehatan tentang tatalaksana KTM termasuk pelaksanaan, Universal Precautionnya.




Selasa, Desember 23, 2008

Mengatasi Kesulitan untuk Menabung

Menabung, sesuatu yang selalu diidam-idamkan semua orang . Jika ditanya semua orang pasti mau nabung dong? Namun tidak sedikit dari mereka mengalami kesulitan dalam menabung. Alasan utama dan mungkin satu-satunya dalah : tidak ada uang yang bisa ditabung. "Lha wong yang buat ditabung aja gak ada, gimana mau nabung?" Mungkin Anda pernah merasakannya juga.

Hukum dalam menabung itu hanya satu :
"Bukan berapa besar penghasilan Anda tiap bulan , namun berapa banyak Anda bisa menabung setiap bulannya?" Banyak sekali orang berpenghasilan Rp. 1 juta yang dapat menabung Rp.100 ribu setiap bulannya namun tidak sedikit orang berpenghasilan Rp.5 juta yang selalu kehabisan uang di tanggal 20 setiap bulannya dan menanti tanggal 27 tiba J

Triknya sebenarnya mudah : PAY YOURSELF FIRST , sisihkan dulu untuk menabung baru pakai sisanya untuk pengeluaran. Jika sebaliknya yang dilakukan, maka sering kali kita tidak menyisakan uang sepeserpun untuk ditabung di akhir bulan. Dengan trik ini, mindset kita akan terpola bahwa uang yang dapat dipakai untuk pengeluaran adalah PERHASILAN minus PAY YOURSELF FIRST. Sulit untuk melakukannya? Mari kita lihat kasus berikut:

Sadarkah Anda berapa uang yang telah Anda barikan untuk "orang lain", sebagai contoh kita belanja di mall sampai 2 kali sebulah untuk membeli baju baru atau makan di restoran fast food yang mahal. Setelah tiga bulan kita sudah merasa bosan dengan baju yang kita beli tersebut, memberikannya pada orang lain? Saya rasa itu bukan pilihan orang kebanyakan, secara naluriah manusia pasti ingin menyimpannya di lemarinya selama mungkin dan menjadi sampah. Itu baru salah satunya, coba Anda ingat-ingat lagi pengeluaran Anda yang sebenarnya lebih bersifat keinginan, dan bukan kebutuhan. Banyak sekali bukan?

Mari kita tengok dari sisi si pemilik butik, usahanya menjadi maju dan penghasilannya meningkat dan dia menjadi pengusaha yang mapan, Terima kasih atas usaha kita untuk membeli produknya J.

Mengapa kita rela melakukan ini, membayarnya, dengan cash, menggesek kartu kredit, atau lebih ironis lagi sampai penandatangan perjanjian segala...weleh weleh. Lebih baik kalau kita menghamburkan uang itu untuk diri kita sendiri bukan? Membuat diri kita dan keturunan lebih kuat secara finansial. Dengan menabung, berinvestasi, membeli asuransi hari tua. Ingat bahwa menghamburkan uang saat ini berarti kita telah merampas "daya beli" kita dan keturunan kita di masa mendatang, sedangkan menabung berarti menyimpan "daya beli" kita untuk digunakan di masa mendatang.

Mispersepsi. Itulah yang terjadi ketika orang dihadapkan untuk membeli produk perbankan, itu dirasa sebagai penghamburan uang yang tidak jelas karena kita tidak mendapatkan produk nyata. Padahal :
Dana pendidikan anak meningkat 10% tiap tahun, sedangkan investasi di bank hanya memberikan pengembalian 7%. Darimana kita akan mengejar sisa 3% nya? Sementara kebutuhan lain juga gak mau kalah untuk ikut-ikut naik harga.

Apakah Anda sudah menyiapkan tabungan untuk cadangan dana kesehatan untuk usia 55 nanti,, atau untuk biaya hidup pada usia 60 nanti jika kita masih hidup sementara kita sudah tidak lagi berpenghasilan. Mungkin kita berkata," Ah, gimana nanti deh. rejeki kan sudah ada yang ngatur, nanti juga ada aja jalannya". Tapi tanpa usaha dari kita (bahkan memikirkannya pun tidak), apakah Sang Pemberi Rejeki akan memilih kita untuk diberikan rejeki?

Jadi, bijaklah terhadap masa depan kita dan keturunan kita. Menabunglah mulai sekarang.


Selamat menabung